IPA (Fisika)

Sumber Arus Listrik

 

ELEMEN VOLTA

ELemen Volta terdiri dari bejana kaca yang berisi larutan asam sulfat encer. Di dalam larutan asam sulfat encer dicelupkan lempeng tembaga dan lempeng seng. Ujung lempeng yang menonjol ke luar bejana disebut kutub elemen.

Potensial tembaga lebih tinggi daripada potensial seng. Oleh karena itu, ujung lepeng seng menyatakan kutub negatif.

Bila kutub positif dan kutub negatif elemen Volta dihubungkan dengan sepotong penghantar, arus akan mengalir melalui elemen tersebut. Sesaat setelah arus mengalir, timbul gelembung gas yang melekat pada lempeng tembaga. Gelembung gas menghalangi perpindahan muatan sehingga arus listrik berhenti mengalir.
Supaya arus listrik mengalir kembali, maka gelembung gas harus dihilangkan setiap kali muncul. Tentu saja, hal ini sangat menyulitkan. Itulah sebabnya, elemen volta tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Beda potensial antara kedua kutub elemen Volta kira-kira 1,5 Volt.

 

Element Kering

Baterai merupakan salah satu sumber arus listrik yang sangat akrab dengan kehidupan kita. Baterai biasanya digunakan pada lampu senter, jam dinding, dan mainan elektronik Baterai tersusun atas batang karbon sebagai elektrode positif atau kutub positif, pembungkus batang karbon vang terbuat dari seng sebagai elektrode negatif atau kutub negatif, larutan amonium klorida sebagai larutan elektrolit, dan campuran mangan dioksida dengan karbon sebagai depolarisator, yaitu pelindung larutan elektrolit. Elemen kering pertama kali dibuat oleh Leclance. Oleh karena itu, elemen kering juga sering disebut elemen Leclance. Ketika baterai dipakai, terjadi reaksi antara elektrode positif dan elektrode negatif. Di elektrode negatif terjadi pelepasan elektron oleh seng. Akibatnya, terbentuk ion seng yang bermuatan positif. Elektron yang dilepaskan tersebut ditangkap oleh elektrode positif. Dalam hal ini, dilakukan oleh mangan dioksida (batu kawi) dan larutan amonium klorida. Peristiwa tersebut terjadi secara terus-menerus. Akibatnya, pada suatu saat perbedaan potensial kedua elektrode sama dengan nol. Pada keadaan seperti inilah baterai dikatakan mati (baterai tidak dapat dipakai lagi). Selama digunakan, seng dalam bereaksi dengan amonium klorida dan batu kawi sehingga terbentuk seng klorida, gas hidrogen, amonia, dan mangan trioksida. Itulah sebabnya, jumlah amonium klorida berangsur-angsur berkurang. Sebagaimana elemen Volta, baterai tidak dapat dimuati lagi (diisi atau disetrum) jika muatannya habis. Elemen seperti ini dinamakan elemen primer. Besar beda potensial baterai di pasaran sekitar 1.5 V.

 

Aki

Aki termasuk elernen sekunder. Artinya: aki dapat diisi kembali setelah muatannya habis. Agar dapat dipakai lagi. Kedua elektrode yang sudah menjadi timbel sulfat harus dikembalikan lagi seperti semula, yaitu menjadi timbel sebagai elektrode negatif dan timbel dioksida sebagai elektrode positif. Hal itu dapat dilakukan dengan cara kutub positif aki dihubungkan dengan kutub positif sumber arus DC dan kutub negatif aki dihubungkan dengan kutub negatif sumber arus DC. Hubungan seperti ini menyebabkan arus elektron sumber arus DC menekan (berlawanan dengan) arus elektron aki Akibatnya, elektron-elektron aki tertekan kembali masuk ke elemen. Oleh karena itu, beda potensial sumber arus DC harus lebih besar dari pada beda potensial aki yang diisi. Reaksi kimia yang terjadi saat pengisian aki merupakan kebalikan dari reaksi yang terjadi
saat pemakaian aki.

 

Adaptor Dc

tidak harus adaptor menfkonversi dari ac ke dc, adaptor / trafo bertujuan men step up atau step down arus, listrik trafo yg masuk misalnya 220 v disaring step down ke 12 volt itu masih arus AC, mau mengubah menjadi DC harus lewat beberapa komponen , misal Dioda dan condensor. dioda bertujuan untuk menyearahkan arus listrik dari ac menjadi dc, sedangkan condensor/ elco bertujuan untuk menstabilkan arus yg keluar menjadi arus tenang.

jadi kesimpulan adaptor ada yg keluar AC ada yg keluar DC. kebanyakan di pasaran memang adaptor DC.
disebut adaptor karena mempunyai komponen penyaring yg mengubah arus jadi DC maupun AC.
disebut trafo karena tidak mempunyai komponen apapun, bekerja sendiri, output murni dari trafo sendiri

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s